Kamis, 27 Februari 2014

Manfaat Shalat Tahajud

Setiap Muslim seharusnya memiliki keinginan kuat untuk melaksanakan shalat Tahajud setiap malam hingga menjadi terbiasa. Orang-orang saleh zaman dahulu tekun menjalankannya, baik pada musin panas maupun dingin. Mereka memandang seolah-olah shalat Tahajud itu adalah sesuatu yang wajib (HR Tirmidzi).
Jika terlewatkan sekali saja, mereka menganggap itu sebagai musibah yang besar. Pastinya, selain sebagai ‘mesin keimanan’, Tahajud memberikan banyak manfaat besar dalam kehidupan mereka yang istiqamah menjalankannya.
  • Di antaranya, pertama, untuk menjaga kesehatan. Tidak diragukan lagi, shalat Tahajud menjadi terapi pengobatan terbaik dari berbagai macam penyakit. Karena itu, orang-orang yang membiasakan diri untuk Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh." (HR Tirmidzi).
  • Kedua, menjaga ketampanan atau kecantikan. Setap manusia pasti mendambakan ketampanan atau kecantikan dalam dirinya. Melalui terapi shalat Tahajud, seseorang dapat meraih apa yang didambakannya tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Yaitu, jaminan ketampanan atau kecantikan yang dihasilkan dari shalat Tahajud tidak terbatas pada tampilan lahir, juga dapat menghasilkan ketampanan atau kecantikan batin.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).
  • Ketiga, shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja yang berbasis spiritualitas. Karena itu, salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang andal secara intelektual, emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap malamnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
  • Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. Selain dengan usaha (ikhtiar) secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud karena doa yang mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.'” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).

Selasa, 18 Februari 2014

Tips Memutihkan Gigi Secara Alami dan Praktis

Gigi yang kuning sering kali menjadi penyebab seseorang minder dan susah dalam bergaul, selain itu gigi yang kuning juga menandakan bahwa gigi tersebut tidak sehat dan dapat mengganggu kesehatan anggota tubuh lainnya seperti mulut dan gusi.

Tips Memutihkan Gigi Secara Alami dan Praktis




Cara memutihan gigi berikut ini sebenarnya tidak perlu anda lakukan jika anda rajin membersihkan dan merawat gigi. Namun bagi anda yang sudah terlanjur mempunyai gigi berwarna kuning, sebaiknya anda simak beberapa tips memutihkan gigi berikut ini :

Apa penyebab gigi Anda berwarna kuning?

Sebelum kita membahas bagaimana cara memutihkan gigi yang berwarna kuning, terlebih dahulu kita harus mengetahui hal apa saja yang bisa menyebabkan gigi kita berwarna kuning / tidak sehat, diantaranya :
  • Malas menggosok gigi atau cara menggosok gigi yang anda lakukan tidak benar
  • Ternyata terlalu sering meminum kopi dan teh herbal juga dapat menyebabkan gigi menjadi kuning
  • Bagi anda khusunya perokok, ternyata efek nikotin membuat gigi menjadi kuning
  • Pemakaian obat tetes mata secara berlebih
  • Sering mengkonsumsi minuman suplement atau minuman penambah energi
  • Memakai obat pemutih gigi yang tidak cocok

Jika gigi anda berwarna kuning, berarti anda sering melakukan kebiasaan buruk seperti yang sudah disebutkan diatas. Nah, sekarang mari kita simak tips-tips untuk memutihkan kembali warna gigi anda.

Bagaimana cara memutihkan gigi secara alami, cepat dan mudah?

Merawat gigi ternyata tidak hanya dapat dilakukan dengan cara seperti menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi yang bermerk, tapi kita juga harus dapat menghindari kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan gigi anda menjadi kuning. Selain itu anda juga dapat melakukan beberapa tips tradisional / alami untuk memutihkan gigi berikut ini :

1. Memutihkan Gigi dengan Memakai Siwak

Merawat gigi juga dapat dilakukan dengan menggunakan Siwak atau miswak adalah dahan atau akar pohon yang dapat digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Cara ini sudah dilakukan kaum muslim sejak jaman dahulu untuk menjaga kebersihan dan kekuatan gigi. Semua dahan atau akar pohon bisa digunakan untuk bersiwak jika memenuhi syarat yaitu lembut dan harus terjaga kebersihannya.


2. Memutihkan Gigi dengan Memakai Arang Kayu

Tips memutihkan gigi selanjutnya adalah dengan menggunakan arang kayu.  Aneh memang, memutihkan gigi dengan benda yang jelas-jelas berwarna hitam. Cara ini memang termasuk cara yang tradisional namun ampuh menghilangkan warna kuning. Tapi Anda juga harus berhati-hati dalam memakai arang kayu, penggunaan secara berlebih dapat merusak email gigi dan menyebabkan rasa sakit pada gigi. Jadi lakukan sewajarnya saja.


3. Memutihkan Gigi dengan Kulit Jeruk

Siapa yang menyangka, kulit jeruk yang biasa kita buang begitu saja ternyata juga bermanfaat. Kulit jeruk dapat kita gunakan untuk merawat gigi. Gunakan bagian dalam kulit jeruk yang berwarna putih untuk menggosok gigi kuning anda. Lakukan secara teratur setiap hari dan gigi akan menjadi putih secara alami dan cepat. Hati-hati bagi anda yang memiliki gigi sensitif, kandungan vitamin C yang terkandung di dalamnya tidak cocok untuk jenis gigi anda.


4. Memutihkan Gigi dengan Strawberi

Selain enak dimakan, strawberi juga berkhasiat untuk memutihkan gigi secara alami. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran seperti buah strawberry, apel, wortel, dan seledri juga bermanfaat sebagai bahan alami pemutih gigi. Anda tidak perlu membuat ramuan khusus, tinggal dikonsumsi seperti biasa, dan gigi anda akan terlihat sehat dan putih.

5. Memutihkan Gigi dengan Pasta Gigi Alami

Untuk membuat pasta gigi tradisional terlebih dahulu kita sediakan daun salam serta kulit jeruk kemudian jemur keduanya sampai kering. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan air dan aduk sampai berbentuk pasta. Gunakan pasta gigi alami yang sudah anda buat untuk menggosok gigi, ramuan ini ampuh membuat gigi terlihat lebih putih.

6. Memutihkan Gigi dengan Lemon dan Garam

Butlah pasta gigi yang dibuat dari bahan alami yaitu dari jus lemon yang ditambah sedikit garam. Pasta gigi alami yang satu ini dipercaya membantu memutihkan gigi Anda. Tapi ingat jangan terlalu sering, karena garam dapat merusak lapisan gigi.

7. Memutihkan gigi dengan baking soda

Tips selanjutnya yaitu menggunakan baking soda. Baking soda mampu menghilangkan noda-noda yang ada pada gigi, namun jika terlalu sering digunakan baking soda justru akan merusak lapisan alami gigi oleh karena itu gunakanlah baking soda untuk memutihkan gigi maksimal 1 atau 2 kali dalam sebulan. Memutihkan gigi dengan cara yang satu ini sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengoleskan baking soda ke seluruh permukaan gigi dan diamkan selama sekitar 10 menit. Setelah itu sikatlah gigi anda dengan pasta gigi sampai bersih.

8. Memutihkan gigi dengan berhenti merokok

Perlu anda ketahui bahwa yang namanya rokok mengandung tar dan campuran tembakau yang menjadikan gigi Anda berwarna kuning. Jika Anda benar-benar ingin memutihkan gigi maka sebaiknya Anda berhenti merokok mulai dari sekarang. Selain dapat memutihan gigi, merokok juga dapat membuat hidup anda lebih sehat.

9. Memutihkan gigi dengan menggunakan biji buah pinang


Biji buah pinang bermanfaat untuk merawat gigi kita. Biji buah pinang diyakini oleh masayarakat dulu dapat membantu untuk memutihkan gigi. Caranya yaitu dengan membakar biji buah pinang hingga hangus lalu dihaluskan hingga lembut. Lalu gosokan biji buah pinang yang telah halus tersebut ke gigi kita dengan menggunakan sabut pinang atau kain katun. Lakukan 2 minggu sekali. Dan tunggu hasilnya. Oh iya, selain dapat memutihkan gigi, biji pinang juga dapat memperkuat gigi lho

10. Memutihkan gigi dengan mengonsumsi produk susu

Tahukah anda, beberapa produk susu yang terjual di pasaran seperti keju atau jenis makanan lain (yogurt) yang mengandung kalsium yang tinggi akan sangat baik dikonsumsi untuk membantu memutihkan dan menguatkan gigi kita. Jadi perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi terutama susu.

11. Cara yang terakhir yaitu dengan menyikat gigi anda secara rutin

Tips terakhir, usahakan anda menykat gigi setiap hari 3x, atau minimal 2x sehari  yaitu pada pagi hari, siang dan pada malam hari sebelum anda tidur, dan jangan lupa pilihlah sikat gigi yang tidak berbahaya untuk gusi anda. Menyikat gigi yang baikminimal memerlukan waktu selama 3 menit. Menyikat gigi juga tidak perlu keras-keras karena dapat merusak gusi anda. Lakukan kebiasaan baik ini secara rutin agar kesehatan gigi anda tetap terjaga.

Demikian 11 tips memutihkan dan merawat gigi secara alami, cepat dan mudah. Lakukan kebiasaan hidup yang baik dan sehat karena dengan begitu kesehatan anda akan tetap terjaga, termasuk kesehatan gigi. Mudah-mudahan tips tersebut dapat bermanfaat bagi anda khususnya yang membaca artikel ini. Mohon maaf jika masih terdapat banyak kekurangan dalam segi penyampaian. Terimakasih telah berkunjung dabn semoga bermanfaat

Rabu, 12 Februari 2014

Bahan Kimia Penyebab Kanker

Anda pasti tahu jenis gelas plastik yang biasanya hanya digunakan sekali pakai saja. Dalam pembuatannya, gelas yang sering disebut dengan stereofoam tersebut memakai bahan kimia yang disebut styrene. Styrene merupakan salah satu jenis bahan kimia yang mesti diminimalisir penggunaannya dalam kehidupan manusia karena memiliki sifat karsinogenik atau menyebabkan penyakit kanker.

Selain styrene, menurut Departemen Kesehatan AS, ada bahan kimia lainnya yang bersifat karsinogen yakni Cobalt-Tungsen Carbide, Captafol, O-Nitrotulene, dan juga Riddelline. Penggunaan styrene untuk berbagai barang yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sudah begitu luas mulai dari fiberglas, onderdil otomotif, pipa plastik, dan juga wadah minuman sekali pakai.

Orang yang terkena paparan styrene dalam jumlah yang tinggi akan beresiko terkena serangan kanker darah dan limfoma. Selain itu, ada juga fakta yang menunjukkan bahaya styrene bagi manusia karena bisa menyebabkan kanker pankreas dan esofagus.

Selain styrene yang begitu mengerikan bahayanya, ada zat lainnya yang tak kalah beresikonya seperti formaldehyde yang biasanya banyak digunakan sebagai pengawet produk-produk tekstil dan plastik. Zat lainnya ialah asam asritolochic yang banyak dipakai dalam berbagai produk herbal untuk mengobati asam urat, inflamasi, dan juga rematik, sebaiknya juga diwaspadai karena cukup beresiko menimbulkan kanker.

Meski demikian, penjelasan tersebut bukan berarti bahwa bahan-bahan kimia tersebut bisa secara langsung menjadi penyebab kanker, ada banyak faktor yang juga berperan signifikan seperti kerentanan tiap-tiap orang, besar kecilnya jumlah bahan kimia, dan sebagainya.

Dalam penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 2009 bertajuk Occupational and Environmental Medicine disebutkan bahwa ada bahan kimia yang digunakan dalam pabrik karet yang berpotensi menyebabkan kanker pada orang-orang yang terpapar secara terus-menerus.

Bahan kimia yang disebut dengan MBT dengan rumus kimia 2-Mercaptobenzothiazole merupakan bahan yang menyebabkan kanker (karsinogen). Orang yang terkena MBT ini memiliki resiko kanker usus besar dan mieloma ganda lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang terbebas dari paparan MBT.

  • Bahayanya Perfluorocarbon


Mungkin selama ini Anda tidak menyadari bahwa berbagai peralatan di dapur mengandung zat kimia yang bernama perfluorocarbon (PFC). Kenapa dan apa itu PFC ini? PFC merupakan jenis bahan kimia yang banyak digunakan pada produk panci anti-lengket dan pengemas makanan yang bersifat menolak air dan lemak.

Biasanya zat ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan, uap atau debu yang ada di sekitar ruangan rumah sehingga Anda pasti tidak akan menyadarinya. Menurut penelitian, paparan PFC dalam tubuh manusia khususnya di kalangan perempuan sangat erat kaitannya dengan menopause atau percepatan penuaan yang lebih dini.

Dalam riset yang dilakukan oleh Virginia West Univesity AS, terbukti adanya kaitan yang tinggi antara PFC dengan menopause pada perempuan. Hasil tersebut diperoleh dari sampel darah perempuan AS sejumlah 26.000 orang. Dalam riset tersebut ditemukan bahwa kadar PFC yang paling tinggi ditemukan pada perempuan di atas usia 42 tahun.

Selain itu, perempuan yang mengandung PFC di dalam tubuhnya secara signifikan memiliki kandungan estrogen yang rendah. Karena berbahayanya PFC bagi kesehatan membuat beberapa perusahaan terkenal semacam 3M dan DuPont menyatakan kesetujuannya untuk tidak lagi menggunakan PFC dalam produk-produknya. 3M telah menghentikan pemakaian PFC dalam produksinya sejak tahun 2002 silam, sedangkan DuPont telah secara bertahap melakukannya dan akan total tidak memakai PFC pada 2015 mendatang.

Maka berhati-hatilah ketika Anda akan menggunakan suatu barang, terlebih barang yang digunakan secara intensif dalam keseharian. Begitu juga untuk para pekerja yang bekerja di perusahaan yang membuat produk-produk dengan menggunakan bahan-bahan kimia seperti yang disebutkan di atas patut untuk mempertimbangkan keberlangsungan pekerjaan dibandingkan dengan resiko yang harus dihadapi di kemudian hari.

Senin, 10 Februari 2014

Tanaman Penyembuh Diabetes

Haruslah diketahui, diabetes mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit yang amat serius, yang bahkan seringkali berakibat dengan kematian.  Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah Poliuria. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya "penyakit kencing madu". Nama diabetes mellitus (diabetes = mengalir terus, mellitus = manis) akhirnya diberikan oleh Aretaeus sekitar 200 tahun sebelum Masehi. Untungnya, sebenarnya diabetes termasuk golongan penyakit yang dapat dikontrol. Namun sayangnya, justru kebanyakan para penderita diabetes tidak tahu tentang hal ini sehingga akibatnya menjadi sangat fatal. Selama ini wabah kencing manis ( lebih dari 90% kasus)  banyak terjadi pada kelompok usia baya dan tua. Namun , sekarang kencing manis juga banyak menimpa anak, remaja dan warga kurang mampu. Penyebabnya bisa jadi antara lain karena kurang gerak dan menu kebaratan-baratan. Kendati tidak bisa disembuhkan , penderita diabetes sebenarnya bisa hidup normal . Caranya adalah mengontrol penyakit ini dengan melakukan kontrol kadar gula darah disertai diet dan olahraga yang teratur.

Diabetes tergolong penyakit menahun, bahkan tidak jarang pasien penderita kencing manis bergantung obat sepanjang hidupnya. Padahal obat sendiri membawa dampak ekonomi selain efek samping tentunya. Oleh karena itu tidak heran banyak penderita diabetes melirik penggunaan tanaman obat untuk mengontrol kadar gula dalam darahnya. Beberapa tanaman obat antidiabetes yang selain telah digunakan secara tradisional juga telah diteliti secara ilmiah diantaranya adalah :



1. Buah Pare ( Momordica charantia)

         
Buah pare ini telah lama dipakai sebagai obat di Cina sejak tahun 1578. Selain secara tradisional sebagai tonikum, obat batuk, obat antimalaria, penambah nafsu makan dan penyembuh luka, ratusan riset telah dilakukan diberbagai negara untuk mengetahui efek buah pahit ini terhadap kadar gula darah. Hasil riset yang telah dilakukan di berbagai negara tersebut ternyata mempertegas khasiat buah pare sebagai antidiabetes. Buah pare yang belum masak banyak mengandung saponin, flavonoid dan polifenol (antioksidan kuat) serta glikosida kukurbitasin, momordisin dan karantin. Pada hewan coba, dapat diketahui bahwa efek pare dalam menurunkan kadar gula darah adalah dengan cara mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu pare juga diduga mempunyai senyawa yang mirip sulfonylurea (obat antidiabetes yang palin tua dan banyak dipakai). Obat jenis ini menstimulir sel beta pancreas tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak. Efek pare dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.

          Dosis yang sering dipakai untuk mengatasi diabetes adalah dengan mengkonsumsi 50-60 ml jus buah pare sehari. Penggunaan dosis yang lebih tinggi dari buah pare ini dapat mengakibatkan sakit perut dan diare. Juga perlu dipertimbangkan apabila penggunaanya digabung dengan obat antidiabetes dari dokter. Sedangkan bagi para ibu hamil, anak-anak dan orang-orang yang kadar gulanya cenderung rendah, tidak dianjurkan karena bisa membahayakan.



2. Bawang Merah  dan Bawang Putih (Allium cepa dan Allium sativum)

         
Bawang merah dan bawang putih yang biasa dikenal sebagai bahan bumbu dapur ternyata mempunyai khasiat dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Senyawa dalam bawang yang dipercaya mempunyai khasiat itu adalah allyl propil disulphide (APDS) dan diallyl disulphide oxide (Allicin), meskipun tentunya senyawa lain seperti flavonoid juga ikut berperan. Dari percobaan dilaboratorium  didapatkan hasil bahwa APDS menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara berkompetisi di liver, sehingga dapat meningkatkan jumlah insulin bebas. Ekstrak bawang merah diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam darah,  baik bila dikonsumsi secara oral maupun bila diberikan secara injeksi intraperitonial. Dari pengamatan dapat diketahui bahwa bawang sudah dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi penderita diabetes apabila dikonsumsi setiap hari sekitar 25 – 200 mg. Hasil penelitian bahkan memberikan efek yang sama apabila bawang tersebut dikonsumsi dalam bentuk mentah ataupun dimasak.  Selain itu, mengkonsumsi bawang merah dan bawang putih  juga memberikan efek yang bagus terhadap system kardiovaskular, diantaranya adalah dapat menurunkan kadar lemak serta dapat berkhasiat antihipertensi. Jadi mengkonsumsi bawang merah ataupun bawang putih sangatlah dianjurkan bagi para penderita diabetes.



3. Jamblang/juwet ( Syzygium cuminii)

         
Anda pasti tidak menyangka bukan bahwa tanaman juwet atau jamblang atau dalas, plum jawa, anggur sepet mempunyai setumpuk manfaat yang berguna bagi kesehatan manusia. Tanaman ini mempunyai bermacam-macam varietas. Varietas yang sudah dibudidayakan mempunyai buah yang lebih besar, biasanya sebesar biji rambutan, warnanya biru keunguan. Umum dikenal dengan nama jamblang biasa atau jamblang ireng. Diasamping yang berwarna hitam dan biru, ada pula varietas yang buahnya ungu atau putih.

          Jamblang yang berbuah putih (jamblang bawang) inilah yang merupakan obat tradisional yang mujarab untuk melawan penyakit kencing manis. Biji jamblang dipercaya mampu mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes. Hal ini diduga karena adanya zat glukosida phytomellin dalam biji jamblang yang mampu mengurangi kerapuhan pembuluh darah kapiler. Berkat kandungan phytomelin biji juwet/jamblang ini , maka kerapuhan tubuh dapat diatasi dan luka yang ada bisa cepat sembuh. Kandungan alpha phytosterol dari biji jamblang juga mampu melibas gejala yang sering dialami oleh penderita diabetes seperti rasa cepat capai dan kekurangan tenaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji juwet mempunyai efek hipoglikemia yang signifikan. Hal ini akan dapat menurunkan kadar gula dalam darah, selain itu biji jamblang juga diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam air seni.

          Secara tradisional untuk mengatasi diabetes, anda dapat mengkonsumsinya dengan aturan pakai : 7 biji jamblang bawang segar, tumbuklah hingga halus dan kemudian rebus dengan 2 gelas air. Air rebusan ini dapat anda bagi untuk mengkonsumsinya menjadi 3 kali sehari. Pemberian ramuan ini biasanya berlangsung antara 2-3 hari, apabila badan sudah merasa segar, tidak lesu dan kekurangan tenaga lagi atau dalam artian kadar gula anda stabil/normal anda bisa menghentikan pengobatan.



4. Biji Klabet  ( Trigonella foenum-graecum)

          
Meskipun biji klabet ini secara tradisional banyak dipakai untuk mengatasi berbagai macam penyakit, tetapi umumnya penelitian terhadap tanaman ini lebih difokuskan terhadap khasiatnya sebagai antidiabetes ataupun untuk menurunkan kolesterol. Dari hasil penelitian awal memperlihatkan bahwa terhadap penderita diabetes tipe 2 ( tidak tergantung insulin), biji klabet dapat menurunkan kadar gula serta memperbaiki segala problem yang berhubungan dengan tingginya kadar gula dalam darah. Problem itu diantaranya meliputi seringnya kencing, rasa haus pada malam hari, sakit pada saraf serta infeksi kulit. Hanya satu penelitian yang melaporkan bahwa biji klabet ini juga dapat memperbaiki kadar gula bagi para penderita diabetes tipe 1 (tergantung insulin). Senyawa aktif yang bertanggung jawab untuk mengatasi diabetes dari biji tanaman ini diduga adalah trigonelline alkaloid, asam nikotinat serta kumarin.

          Pemakaian biji klabet secara tradisional, dianjurkan agar tidak lebih dari 12 minggu. Selain takut timbul efek yang tidak diinginkan, hal ini juga karena penelitian tentang mengkonsumsi biji klabet untuk jangka panjang belum selesai dilakukan. Dosis yang biasa dipakai untuk penderita diabetes tipe 1 (tergantung insulin) usia diatas 18 th adalah 50 gr biji klabet, 2 kali sehari yang dikonsumsi secara oral. Sedang bagi penderita diabetes tipe 2 (tidak tergantung insulin)  adalah 2,5 gram serbuk biji klabet, dua kali sehari secara oral. Bagi penderita diabetes yang usianya dibawah 18 th serta bagi para ibu hamil dan menyusui, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ramuan ini, karena dosis dan keamanannya belum diteliti.

          Kehati-hatian harus diperhatikan terutama bagi yang mempunyai alergi terhadap biji klabet. Beberapa efek samping pernah dilaporkan akibat pemakaian biji klabet ini , misalnya terjadi diare, rasa malas dan mengantuk, muka bengkak dll, walau sebenarnya  hal ini jarang terjadi.

obattradisionalbenjolandileher99.wordpress.com obattradisionalwasirs88.wordpress.com obattradisionalkista88.wordpress.com